Bancitainment

By enjacool

BANCI

Banci a.k.a bencong a.k.a bencis a.k.a dan sebagainya dan sebagainya. Sepertinya dunia entertainment Indonesia -especially program2 komedi- nggak pernah sepi dari keberadaan mereka, baik yang memang banci maupun yang “katanya” tuntutan peran atau kemauan produser. Sebut saja macam Ivan Gunawan, Olga Saputra, Ozi Syahputra, Ruben Onsu, dan Aming. Yang terakhir ini lebih dikenal dengan sebutan banci monster, abis dandanan sama kelakuannya emang kayak monster, hehehe….

Kenapa ya? Apa para produser kita takut acaranya nggak laku? Atau memang karena tabiat orang-orang kita yang suka “latah”? Tapi kalo diperhatikan sih memang adanya peran2 seperti itu, atau sekedar gaya bicaranya, bisa lebih menyedot perhatian para penonton. Tapi resikonya para pemain peran itu saat ini dipertanyakan orientasi seksualnya, alias diduga suka dengan sesama jenis. Menanggapi hal itu terlontarlah berbagai macam jawaban dari seleb-seleb yang sering -bahkan setiap tampil di TV- jadi banci.

Olga :”Eh, ati-ati dong kalo ngomong, gue tampil kayak gitu itu tuntutan peran, emang maunya produser. Pernah juga kayak di acara kemaren produser minta gue nampilnya nggak banci ya gue tampil seperti itu”.

Ruben :”Yee, enak aja sembarangan nuduh. Gue nggak perlu banyak konfirmasi deh. Yang jelas gue punya cewek (pacar maksudnya, red.), sejak SMA malah, emang nggak pernah gue bawa masuk TV. Yang tau siapa cewek gue itu cuma Ramzi”.

I-Gun :”Gue tampil kayak gini soalnya badan gue udah gede lagi. Jadinya nggak matching kalo gue tampil macho kayak kemaren. Lagian ya, di dunia entertainment kalo mau populer, nggak usah tanggung-tanggung. Kalo cakep ya cakep sekalian, kalo nggak cakep ya nggak cakep sekalian, kalo bencong ya bencong sekalian”.

Redaktur :”Loh??? Berarti???… Hehehe….

Kira-kira demikian lah, walaupun ada sedikit editan, tapi intinya seperti itu. Well, buat aku sih nggak masalah, soalnya memang harus diakui adanya artis-artis macam mereka memberi hiburan tersendiri. Apalagi buat produsernya, misalkan acaranya parah banget nggak lucunya, kan mendingan ada 1-2 orang yang bisa bikin ketawa, jadi nggak ditinggalin penonton.

Leave a Reply